Sabtu, 20 September 2014

JAWATAN KUASA MAJLIS GUIRU BESAR DAERAH SUBIS SESI 2014-2016 YANG DI PERTUA : ENCIK ANDARA BIN SALLEH. NAIB YANG DI PERTUA : ENCIK AHMAD BIN TAIB. SETIAUSAHA : CIK LIHA BINTI DAHLAN. NAIB SETIAUSAHA : ENCIK JOKDIN BIN ABDULLAH. BENDAHARI : ENCIK LAW SIE KONG. NAIB BENDAHARI : ENCIK LINGGIE AK EMPADIN.G AJK : 1. PUAN MARY AK KUNJI ( ZONM LADANG ). 2. PUAN ANITA BINTI OTHMAN ( ZON NIAH ). 3. CIK DAYANGKU ASSHIAH BINTI AWANGKU MANSOR ( ZON SUAI ). 4.ENCIK ISMAIL BIN HASSSAN ( ZON SIBUTI ). JURU AUDIT DALAMAN : ENCIK AWANGKU SAPARUDDIN BIN PENGIRAN ISMAIL.

Isnin, 14 Julai 2014

Sembilan Ciri Manusia Cemerlang (Perspektif Islam) 1)Berakhlak Baik Manusia cemerlang ialah manusia paling baik akhlaknya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW,: “ Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya “ (HR Thabrani dari Ibnu Umar) 2)Beramal Soleh Manusia diciptakan untuk beribadah kepada ALLAH SWT. Oleh karena itu, manusia yang cemerlang adalah yang beramal soleh. Rasulullah bersabda,: “ Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya, baik amalnya “ (HR Ahmad) 3)Seimbang antara Dunia dan Akhirat Manusia yang cemerlang ialah manusia yang mewujudkan keseimbangan antara dunia dengan akhirat supaya ia tidak menjadi beban kepada orang lain. Rasulullah bersabda,: “ Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang tidak meninggalkan akhiratnya untuk dunianya dan tidak meninggalkan dunianya untuk akhiratnya serta tidak menjadi beban bagi orang lain “ (HR Khatib dari Anas ra). 4)Tidak Menjadi Beban Orang Lain Idealnya masing-masing orang mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, bukan malah menjadi beban orang lain. 5)Berlaku Baik kepada Keluarga Manusia cemerlang ialah manusia yang berlaku baik terhdap ahli keluarganya. Oleh karena itu, Rasulullah bersabda : “ Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada keluarganya dan aku paling baik terhadap keluargaku “ (HR.Ibnu Asakir) 6)Membayar Hutang Manusia cemerlang ialah manusia berhati-hati untuk berhutang dan melunaskan hutangnya dengan segera. Rasulullah bersabda,: “ Berhati-hatilah dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari “ (HR Baihaqi) 7) Bermanfa’at bagi Orang Lain Manusia yang cemerlang akan memberi manfaat bagi orang lain. Segala potensi yang kita miliki harus digunakan untuk memberi manfaat kebaikan yang sebesar-besarnya. Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) Hadits ini dishahihkan oleh al Albani didalam “ash Shahihah” nya. 8)Belajar dan Mengajar Al Qur’an Manusia yang belajar dan mengajar Al Quran merupakan manusia yang cemerlang kerana Al Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi manusia. Justeru itu, Al Qur’an harus difahami dan diajarkan. Rasulullah bersabda,: “ Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajae Al Qur’an dan mengajarkannya“ (HRTirmizi dan Ibnu Maajah) 9)Menjaga Lisan dan Tangan Menjaga lisan dan tangan akan menjadikan seseorang manusia itu cemerlang.Rasulullah bersabda.: “ Sebaik-baik muslim adalah muslim yang selamat dari lisan dan tangannya “ (HR Muslim). Untuk menjadi manusia yang cemerlang atau tidak, terpulang pada dirinya sendiri. ALLAH SWT telah memberikan arahan dan menyatakan kehendak-NYA, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk menjadi manusia yang terburuk. Adaptasi : 160 Materi Dakwah Pilihan, Drs. H. Ahmad Yani, Al Qalam
10 TERAKHIR RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR. Penulis: Al-Ustadz Abu Ahmad Kadiri dan Al-Ustadz Abu ‘Amr Ahmad. Di sunting oleh Mudahnya Islam Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menyampaikan kita dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan. Kini kita telah memasuki 10 ketiga atau terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari yang memiliki kelebihan dibanding lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan ini MENGGANDAKAN ibadah badinda yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya. Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر - أي العشر الأخير من رمضان - شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله . متفق عليه “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau menguatkan ikatan tali sarungnya (yakni meningkat amalan ibadah baginda), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi Keutamaan 10 Terakhir bulan Ramadhan : Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amalan ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik solat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll. Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri baginda agar mereka juga berjaga untuk melakukan solat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, Baginda mengasingkan diri dari berbagai aktiviti keduniaan, untuk baginda menumpukan ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut. Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan. Keutamaan Lailatul Qadr Di antara nikmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. Suatu keutamaan yang tidak pernah didapati pada malam-malam selainnya. Tahukah anda, malam apakah itu? Dia adalah malam “Lailatul Qadr”. Suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah I: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ * سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ * “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5) Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Bahwasanya (pahala) amalan pada malam yang barakah itu setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمُ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa menegakkan solat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222) Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala beritakan bahwa pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali karena perkara yang besar. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mensifatkan malam tersebut dengan firman-Nya: سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar Allah subhanahu wa ta’ala mensifatkan bahwa di malam itu penuh kesejahteraan, dan ini merupakan bukti tentang kemuliaan, kebaikan, dan barakahnya. Barangsiapa terhalang dari kebaikan yang ada padanya, maka ia telah terhalang dari kebaikan yang besar”. (Fatawa Ramadhan, ms. 848) Wahai hamba-hamba Allah, adakah hati yang tergugat untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah …?!, adakah hati yang terpanggil untuk meraih malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini …?! Betapa ruginya orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan perbuatan yang sia-sia, apalagi dengan kemaksiatan kepada Allah. Mengapa Disebut Malam “Lailatul Qadr”? Para ulama menyebutkan beberapa sebab penamaan Lailatul Qadr, di antaranya: 1. Pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan secara terperinci takdir segala sesuatu selama 1 tahun (dari Lailatul Qadr tahun tersebut hingga Lailatul Qadr tahun yang akan datang), sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala : إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * [الدخان/3، 4] “Sesungguhnya Kami telah menurukan Al-Qur`an pada malam penuh barakah (yakni Lailatul Qadr). Pada malam itu didedahkan segala urusan (takdir) yang penuh hikmah”. (Ad Dukhan: 4) 2. Karena besarnya kedudukan dan kemuliaan malam tersebut di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. 3. Ketaatan pada malam tersebut mempunyai kedudukan yang besar dan pahala yang banyak lagi mengalir. (Tafsir Ath-Thabari IV/200) Bila Terjadinya Lailatul Qadr? Malam “Lailatul Qadr” terjadi pada bulan Ramadhan. Pada tarikhl berapakah? Dia terjadi pada salah satu dari malam-malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ “Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Al Bukhari no. 1878) Lailatul Qadr terjadi pada setiap tahun. Ia berpindah-pindah di antara malam-malam ganjil 10 hari terakhir (bulan Ramadhan) tersebut sesuai dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Lailatul Qadr itu (dapat) berpindah-pindah. Kadang2 terjadi pada malam ke-27, dan terkadang terjadi pada malam selainnya, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits yang banyak jumlahnya tentang masalah ini. Sungguh telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Bahwa baginda pada suatu tahun diperlihatkan Lailatul Qadr, dan ternyata ia terjadi pada malam ke-21″. (Fatawa Ramadhan, hal.855) Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Adapun pengkhususan (memastikan) malam tertentu dari bulan Ramadhan sebagai Lailatul Qadr, maka perlukan dalil. Akan tetapi pada malam-malam ganjil dari 10 hari terakhir Ramadhan itulah kemungkinan terjadinya Lailatul Qadr, dan lebih memungkinkan lagi terjadi pada malam ke-27 karena telah ada hadits-hadits yang menunjukkannya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856) Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan shahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan t: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ إِذَا قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya apabila beliau menjelaskan tentang Lailatul Qadr maka beliau mengatakan : “(Dia adalah) Malam ke-27″. (H.R Abu Dawud, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahih Al-Musnad) Tanda-tanda Lailatul Qadr Pagi harinya matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan, seperti halnya bejana (yang terbuat dari kuningan). (H.R Muslim) Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan sejuk (tidak panas dan tidak sejuk) serta sinar matahari di pagi harinya tidak menyilaukan. (H.R Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar) Dengan Apakah Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadr? Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz dan Asy Syaikh Abdullah bin Qu’ud rahimahumallahu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan untuk mengerjakan solat (malam), membaca Al-Qur’an, dan berdo’a daripada malam-malam selainnya”. (Fatawa Ramadhan, hal.856) Demikianlah hendaknya seorang muslim/muslimah … Menghidupkan malam-malamnya pada 10 Terakhir di bulan Ramadhan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala; solat tarawih dengan penuh iman dan harapan pahala dari Allah I semata, membaca Al-Qur’an dengan berusaha memahami maknanya, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan bersungguh-sungguh dalam berdo’a serta memperbanyak dzikrullah. Di antara bacaan do’a atau dzikir yang paling afdhal untuk dibaca pada malam (yang diperkirakan sebagai Lailatul Qadr) adalah sebagaimana yang ditanyakan Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah jika aku mendapati Lailatul Qadr, do’a apakah yang aku baca pada malam tersebut? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bacalah: اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Maaf, Engkau suka pemberian maaf, maka maafkanlah aku”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) Maka hendaknya pada malam tersebut memperbanyak do’a, dzikir, dan istighfar. Apakah pahala Lailatul Qadr dapat diraih oleh seseorang yang tidak mengetahuinya? Ada dua pendapat dalam masalah ini: Pendapat Pertama: Bahwa pahala tersebut khusus bagi yang mengetahuinya. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Yang menunjukkan hal ini adalah riwayat yang terdapat pada Shahih Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh: مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا “Barangsiapa yang menegakkan solat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.” {kalimat فيوافقها di sini diartikan: mengetahuinya (bahwa itu Lailatul Qadr), pen-} Menurut pandanganku pendapat inilah yang benar, walaupun aku tidak mengingkari adanya pahala yang tercurahkan kepada seseorang yang mendirikan solat pada malam Lailatul Qadr dalam rangka mencari Lailatul Qadr dalam keadaan ia tidak mengetahui bahwa itu adalah malam Lailatul Qadr”. Pendapat Kedua: Didapatkannya pahala (yang dijanjikan) tersebut walaupun dalam keadaan tidak mengetahuinya. Ini merupakan pendapat Ath-Thabari, Al-Muhallab, Ibnul ‘Arabi, dan sejumlah dari ulama. Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah merajihkan pendapat ini, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam kitabnya Asy-Syarhul Mumti’: “Adapun pendapat sebagian ulama bahwa tidak didapatinya pahala Lailatul Qadr kecuali bagi yang mengetahuinya, maka itu adalah pendapat yang lemah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِإِيْمَاناًوَاحْتِسَاباً،غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa menegakkan solat pada malam Lailatul Qadr dalam keadaan iman dan mengharap balasan dari Allah , diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222) Rasulullah tidak mengatakan: “Dalam keadaan mengetahui Lailatul Qadr”. Jika hal itu merupakan syarat untuk mendapatkan pahala tersebut, niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan pada umatnya. Adapun pendalilan mereka dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِفَيُوَافِقُهَا “Barangsiapa yang menegakkan solat pada malam Lailatul Qadr dan menepatinya.” Maka makna فيوافقها di sini adalah: bertepatan dengan terjadinya Lailatul Qadr tersebut, walaupun ia tidak mengetahuinya”. Semoga anugerah Lailatul Qadr ini dapat kita raih bersama, sehingga mendapatkan keutamaan pahala yang setara (bahkan) melebihi amalan 1000 bulan. Amiin Ya Rabbal 'Alamin. DI SUNTING SEMULA OLEH MUDAHNYA ISLAM.

Isnin, 18 Mac 2013

Pada 16 Mac 2013 Kejohanan MSSR Balapan dan Padang Peringkat Bahagian Miri telah dilangsungkan dengan jayanya.Sebanyak 3 pasukan telah ikut serta di dalam kejohanan kali ini. Antara pasukan tersebut ialah Miri, Subis dan Baram. Miri telah ditabalkan sebagai juara keseluruhan. Manakala Subis mendapat tempat yang ke-2 dan Baram mendapat tempat yang ke-3. Jumlah Pungutan Mata Keseluruhan Kejohanan Balapan dan Padang MSSR kali ke-29 Peringkat Bahagian Miri 2013 MSSR Balapan dan Padang Bahagian Miri

Khamis, 14 Mac 2013

Petikan Ucapan PM Pada 11 Mac 2013 : Dengan mengambil kira terdapat seramai 182,434 penjawat awam yang berada di gaji maksimum pada tahun 2013 dan tidak dapat menikmati kenaikan gaji tahunan, maka Kerajaan bersetuju berkuat kuasa 1 Januari 2013 semua struktur gaji maksimum dalam Jadual Gaji Minimum-Maksimum diperuntukkan tambahan Kenaikan Gaji Tahunan sebanyak 3 KGT. P/S: Jika betul kiraan saya , jadual di dibawah akan digunakan untuk penambahbaikan 3 KTG bagi tanggga gaji maksimum. JADUAL GAJI MINIMUM-MAKSIMUM BAGI PERKHIDMATAN PENDIDIKAN KUMPULAN PENGURUSAN DAN PROFESIONAL MULAI 1 JANUARI 2013 GRED PERINGKAT MINIMUM MAKSIMUM MAKSIMUM(+ 3KTG) KENAIKAN TAHUNAN DG54 P1 5839.43 7917.35 8877.35 320.00 P2 6355.18 8612.34 9572.34 320.00 DG52 P1 5537.53 7434.53 8304.53 290.00 P2 6062.71 8091.80 8961.80 290.00 DG48 P1 4921.15 6798.15 7608.15 270.00 P2 5408.60 7417.69 8227.69 270.00 DG44 P1 3370.78 5828.39 6578.39 250.00 P2 3730.86 6372.54 7122.54 250.00 DG41 P1 1916.31 5474.81 5946.81 225.00 P2 2023.23 5789.26 6464.26 225.00 P3 2134.88 6130.59 6805.59 225.00 Petikan artikel NUTP: Pengumuman oleh YAB Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak, Perdana Menteri Malaysia dalam Majlis Perdana Perkhidmatan Awam Ketiga Belas (MAPPA XIII) mengenai kebajikan Penjawat Awam pada 11 Mac 2013. Kenaikan Gaji Tahunan 2013 Semua guru akan menikmati Kenaikan Gaji Tahunan seperti biasa. Pada 1 Julai 2013 akan menerima satu lagi tambahan Kenaikan Gaji Tahunan . Ini bermakna untuk tahun 2013 akan terima 1KGT Biasa + 1KGT tambahan = 2 KGT Gaji Maksima 1.1.2013 – Satu kenaikan 1.1.2014 – Satu kenaikan 1.1.2015 – Satu kenaikan RUJUKAN http://www.nutp.org/new/ms/node/1257 Petikan Ucapan PM pada 11 Mac 2013 : Mengambil kira pula usaha-usaha penambahbaikan tersebut hanya akan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini, maka Kerajaan bersetuju untuk memberi kepada semua penjawat awam faedah pemindahan gaji sebanyak 1 KGT yang diawalkan pada 1 Julai 2013. Maknanya setiap penjawat awam akan mendapat antara RM80 hingga RM320. Langkah ini akan melibatkan perbelanjaan sebanyak RM 1.5 billion. Ini sejajar dengan falsafah dipegang oleh Kerajaan yang senantiasa menghargai jasa dan sumbangan penjawat awam dalam memberikan perkhidmatan kepada negara. Contoh KTG 2013 Bagi DG44 : Kenaikan Januari : Januari (+250) , Julai (+250) - Bermula Julai 2013 jumlah KTG RM500 sehingga Disember 2013 - Dapat menikmati kenaikan RM500 selama 6 bulan sebelum KTG Januari 2014 Kenaikan April : April (+250) , Julai (+250) - Bermula Julai 2013 jumlah KTG RM500 sehingga Mac 2014 - Dapat menikmati kenaikan RM500 selama 9 bulan sebelum KTG April 2014 Kenaikan Julai : Julai (+250) , Julai (+250) - Bermula Julai 2013 jumlah KTG RM500 sehingga Jun 2014 - Dapat menikmati kenaikan RM500 selama 12 bulan sebelum KTG Julai 2014 Kenaikan Oktober : Julai (+250) , Oktober (+250) - Bermula Oktober 2013 jumlah KTG RM500 sehingga Jun 2014 - Dapat menikmati kenaikan RM500 selama 12 bulan sebelum KTG Oktober 2014 Sekiranya TIADA SEBARANG KTG pada tahun 2014 sebab sudah diawalkan pada 1 Julai 2013 , maka semua kakitangan akan menikmati KTG RM500 tersebut sehingga KTG 2015. UCAPAN PERDANA MENTERI : MAJLIS PERDANA PERKHIDMATAN AWAM KETIGA BELAS (MAPPA XIII) Pada 11 Mac 2013 Sila Rujuk http://portal.ikdn.gov.my/

Selasa, 12 Mac 2013

MSSR BALAPAN DAN PADANG DAERAH SUBIS 2013 STADIUM MIRI 11 MAC 2012 Kejohanan Balapan dan Padang peringkat Daerah Subis telah berjaya dilaksanakan dengan jayanya. Zon Suai telah dipertanggungjawabkan untuk mengelolakan kejohan kali ini. Kejohanan ini telah dirasmikan oleh YB Tuan Haji Ahmad Lai, Ahli Parlimen P.218 Sibuti.
LAWATAN PENANDA ARAS MGB DAERAH SUBIS KE TERENGGANU 24 HINGGA 28 FEBRUARI 2013 SENARAI SEKOLAH YANG DILAWATI 1.SK DUSUN 2.SK JENANG 3.SK PUSAT BUKIT BESAR 4.SK MARANG Seramai 46 orang guru besar , Pegawai Pelajaran Daerah Subis dan Penolong Pegawai Pelajaran Daerah telah berangkat ke Terengganu. Rombongan ini mendapat penghormatan daripada YB Tuan Haji Ahmad Lai dan YB Puan Rosie Haji Yunus yang mana kedua-dua YB ini sudi bersama-sama meraikan keberangkatan pergi rombongan ini ke Terengganu.